Video Bar

Loading...

Pages

SEKALI LAGI, MAAFKAN

aku telah memilih menjadi debu di penghujung malam
jauh dari kerlap gemintang seperti yang kau inginkan
maka, anggap saja aku sebagai pecundang
karena akhirnya aku hanya berkeliaran di jalan-jalan
memulung makna dari puing-puing kekalahan

maafkan, aku tak memahami jargon-jargon cintamu
kehidupan buatku hanya sebuah aksioma sederhana
tak perlu filsafat atau putar-putar logika
:jalani saja dengan hati yang jujur dan penuh

sekali lagi, maafkan
aku tak sanggup memberimu kegagahan

-> sanggar-sastra-tasik

0 comments :