Video Bar

Loading...

Pages

Siapa Butuh Siapa

Seberapa besar perusahaan membutuhkan kita? Pertanyaan sederhana ini besar maknanya. Bagaimana kita mengetahui jawabannya? Banyak cara untuk menjawab pertanyaan ini. Mulai dari yang sangat ilmiah sampai ke penilaian yang sangat sederhana. Perusahaan yang mempunyai sistem penilaian yang baik tentu saja setiap karyawannya akan mempunyai raport setiap semester seperti halnya dalam kuliah. Hal ini berkaitan dengan pencapaian. Berapa besar pencapaian target kita? Kalau kita mencapai di atas target yang ditetapkan, kita berada pada titik aman pertama.

Hal yang kedua adalah benchmark dengan rekan yang mempunyai jenis pekerjaan yang sama. Meskipun pencapaian target kita sudah 110% misalnya, bukan berarti kita aman. Bagaimana dengan rekan kerja lain? Kalau mereka dapat mencapai 150%, posisi kita belum sepenuhnya aman. Dengan kata lain, kalau kita berada pada posisi top, posisi kita di perusahaan akan aman, kecuali ada faktor ke 4.

Hal yang ketiga adalah kelangkaan. Semakin langka kompetensi yang kita miliki, semakin aman kita di perusahaan. Kelangkaan dapat juga dikaitkan dengan hukum permintaan dan penawaran. Seringkali hal ini berkaitan dengan trend. Sebagai contoh, di era 2000-an dimana dotcom sedang booming, tenaga IT menjadi semakin dibutuhkan karena kelangkaannya.

Faktor ke empat adalah kondisi perusahaan. Kalau kondisi perusahaan sedang turun, tentu saja semua prestasi tidak selalu dikaitkan dengan peningkatan pendapatan bahkan kalau perusahaan bangkrut misalnya, meskipun kita sudah berada dalam posisi top, kita akan dipecat juga. Bagaimana kalau terjadi hal seperti ini?

Mudah saja. Buat supaya kita menjadi klotter terakhir untuk dipecat atau kita memecat perusaahan alias pindah kerja sebelum kita dipecat.

by Franz Dirgantoro – Country Manager Jobstreet.com

0 comments :