Video Bar

Loading...

Pages

Robot jadi guru & resepsionis di Jepang

Inilah kabar terbaru dari jepang tentang perkembangan teknologi baru. Sensasi berbeda dirasakan sejumlah siswa sekolah dasar di Tokyo, Jepang, ketika diajar oleh robot pekan lalu. Dilansir Telegraph, robot guru pertama di dunia itu tak berbeda jauh dengan guru sungguhan dalam hal ekspresi.

Meski hanya ciptaan Profesor Hiroshi Kobayashi, robot humanoid yang diberi nama “Saya” itu bisa tersenyum, takut, sedih, jijik, juga marah. Dengan lantang dia akan berteriak ”diam”, jika murid-murid gaduh.

Raut wajahnya pun menunjukkan roman berang. Alis terangkat, mata mendelik, dan bibir melebar. Associated Press melaporkan kemarin, aneka ekspresi itu bisa dilakukan berkat 18 motor yang berada di balik wajah lentur Saya nan cantik.

Memang tidak semua pekerjaan guru dapat dilakukan Saya yang bisa berbicara dalam beberapa bahasa tersebut. Kemampuannya baru sebatas, antara lain, memberikan tugas kepada siswa serta mengabsen. Murid-murid yang diajar Saya pun terlihat asyik-asyik saja. Mereka geli ketika namanya dipanggil oleh ”guru tiruan” itu.

Robot humanoid tersebut semula dikembangkan untuk menggantikan tugas sekretaris, dengan tujuan memangkas biaya perusahaan namun tetap dapat melakukan interaksi personal. Nah, dalam perkembangannya, ternyata Kobayashi yang menjadi ilmuwan di University of Tokyo melihat kebutuhan di bidang lain. Dengan biaya USD 51 ribu (sekitar Rp 612 juta), terciptalah robot guru.

Negeri Matahari Terbit memang gencar menciptakan robot. Pemerintah pun sangat mendukung karena memang kehadiran manusia buatan itu sangat diperlukan. Ini seiring demografi penduduk Jepang yang menunjukkan piramida sepuh. Diprediksi, dalam kurun tujuh tahun mendatang, satu dari empat warga Jepang adalah kelompok usia 65 tahun ke atas. Teknologi di Jepang memang sudah benar-benar berkembang jauh bila di bandingkan dengan negara kita ya?

0 comments :